p.s. Az-Zahra

what you return to when no one's watching

aku mengikuti satu influencer politik cantik, vizal namanya, ada satu unggahan snapgram yang ia unggah dan isinya pertanyaan tentang "generasi muda yang belum nemuin passionnya", dan kutipan itu yang aku pegang beberapa waktu ini, kutipan yang jadi jawaban dari vizal, "what you return to when no one's watching? that's your passion"

seringkali sebagai masyarakat muda yang mengalami pertumbuhan teknologi dari ponsel nokia dan blackberry dengan pulsa dan sms-nya, kemudian terus bertumbuh hingga android dengan kuota dan jejaring sosial medianya, serta tak terhitung banyaknya game online, aku tidak baik dalam permainan game online, aku mudah bosan, mudah menyerah dalam memainkannya, dan aku tidak punya gairah besar untuk menang dalam laga-nya, aku tidak tertarik pada game online.

sedang teman sebaya menyukainya, bahkan banyak yang terang-terangan mencari kenalan dengan klasifikasi pandai bermain game ini dan itu, dan aku cuma suka membaca, dan sedikit mengetik, kemudian juga, negara Indonesia ini tingkat minat bacanya rendah sekali, mungkin termasuk pada yang paling rendah. makanya kupikir ketidaktertarikanku pada game ini cukup membatasi aku dalam bergaul.

maka pada akhirnya saat mencari pasangan, kudapati mereka yang cocok denganku ada dari kalangan pembelajar, guru, mahasiswa, atau lelaki berusia matang yang jarak umurnya bisa mencapai 8-9 tahun, golongan pekerja yang mereka sudah tidak terlalu memikirkan game dan lebih hidup dengan serius, seperti aku.

tapi namanya individu lain, dia tidak tetap, dia bisa pergi, dan aku sendiri lagi dengan keseriusan ini, dengan buku-buku dan kalimat-kalimat yang aku putuskan untuk kutuangkan di website-website ini.

menulis dan membaca selalu menjadi tempat pulang yang tak bosan aku kunjungi, sejak kecil hingga kini, tak ada bosanku melakukan semua ini, meski bukan novel mega best seller yang kubuat, bukan buku fantastis berat yang kubaca, menulis dan membaca seakan punya blueprint dalam diri yang tidak peduli apa, akan kerap kurangkul jua.

jadi, apa yang bisa kumanfaatkan dari ini agar aku kelak menjadi sesuatu yang lebih dari ini?