hiiii masih hidup check
ini masih pagi, 8:40 am di Bandung, belum pindah, keluarga alhamdulillah masih lengkap, aku sehat, lagi ngemilin kerupuk bunga hasil goreng mama. Kaka baru aja dateng dan bilang kamarku bisa dipasang paku skrup buat bikin gantungan (since dinding aku pakai triplek aja dan di triplek yg nempel sama kayu aku bisa pasang itu, iykyk).
aku masih sama fajar, i don't know for sure hubungan kita ini apa, kita ngobrol, kabaran terus, main bareng terus, dia kerumahku aku kerumahnya, kenalan sama orang tua masing-masing, saling berusaha, tapi apakah untuk mengusahakan masing-masing? aku bingung ini antara aku yang masih terbawa trauma masa laluku atau dia yang takut--ngga, kayaknya aku takut dia kembali ke trauma-nya. i keep coming back to that thoughts that i maybe just a backburner, mungkin bukan ending yang dia ingini, mungkin bukan orang yang sangat ingin ia bersamai, kalau, kalau masa lalunya tidak mengkhianati dia... akan jadi apa aku ya? kalau terjadi perpisahan lagi antara aku dan dia, apakah dia akan kembali pada trauma-nya?
aku merasa tidak cukup, tidak cukup pintar, bergaul pun kurang, aktivitasku itu-itu saja, seperti dia-lah pusat dunia, aku tahu aku cinta, tapi apakah cukup, dan apakah ia tidak bosan terus menghadapi aku yang stagnan?
aku sering bertemu kamu, terlampau sering, pernah terlintas-kah bahwa itu akan membuatmu bosan?
aku selalu terbayang akan hal yang ada diluar kendaliku, kamu mengusahakan si trauma sebegitunya, dulu kamu mengusahakanku juga, tapi rasanya kamu lebih mengusahakannya, meski akhirnya kamu dikecewakan juga, dan trauma mau kembali sama kamu, kamu kasih jalan juga, bonding lagi, tapi katamu rasanya tetap sakit karena berkali-kali dikhianati, tapi kalian bonding lagi, dan katamu kamu memutuskan berhenti tepat di hari ulang tahunmu. tapi trauma masih mengikutimu, kamu sudah mengambil apa yang berharga bagi dia, hidupnya selama ini, meski aku tak menampik bahwa akupun marah bahwa kamu yang kucinta dikhianatinya, kamu trauma, dan kebetulan ada aku.
apa yang akan terjadi seandainya aku menghubungimu lebih dulu? oh, tidak mungkin juga. aku juga punya kekasih setengah tahun sebelum kita bertemu, tapi bukankah akan berbeda kalau kita bertemu setengah tahun itu? akankah jadi se-rumit ini? apa yang akan berbeda?
ini cuma perasaanku atau aku yang jadi menanggung trauma kamu? aku yang merasakan dinginnya kamu, akupun ngga tahu, aku ngga tahu apa yang akan terjadi kedepannya, apa yang harus aku lakukan, apa aku harus berusaha? langkah apa yang harus aku tempuh ya, jar? bisa ngga aku istirahat dan jadi diriku?
bisa ngga hidupku kembali berputar di duniaku saja? bisa nggak aku tidak berpikiran buruk melulu? padahal kamu sudah bilang ya dan menyanggupi untuk kita tidak membahasa masa lalu, kenapa rasanya begitu... ragu?