p.s. Az-Zahra

di mana sebenarnya tempat paling aman untuk bercerita?

sebagai seorang yang amat emosional dirinya, sebagai manusia yang punya batas tampung memorinya, aku butuh wadah baru untuk mencurahkan kesahku.

sedari kecil sudah tertarik aku pada dunia kepenulisan, bukan suatu fiksi atau biografi, hanya saja sebuah diary, kebiasaan yang agaknya turun dari kebiasaan ayahku. kutuliskan banyak hal dalam buku tulis sekolah yang kusulap menjadi diary abu-abu itu, namun rupanya ketahuan ibu, dibacanya buku itu dan sedih tak terhingga-nya aku.

segala hal semakin membuat aku kecil, ke mana lagi aku harus menuang, siapa yang bisa kupercayai, bertahun aku takut menulis hariku karena dibaca orang lain menjadi ketakutan besarku.

pun begitu, aku tidak mau terus terbelenggu dengan bagaimana jalan yang aku lewati untuk bertumbuh dewasa, aku tidak bisa memilih untuk diperlakukan seperti apa pada masa itu, tapi aku bisa memilih bagaimana aku memperlakukan diriku sekarang dan kedepannya.

halo, aku sudah konsul ke psikolog tanpa sepengetahuan keluargaku, it all just feels like I finally talk to the one I should have talked to, indeed it doesn't feel like it was the best, but to have a courage to act for myself? I am so happy that I can choose myself.

mungkin masih butuh konseling lagi, I will definitely go kok, just like how my own brain judge me that I am not that stressed out but I still find a way to have some talk to my doctor, I'll gave myself much more proof that I still am the winner on every doubt that anyone put on me.

see you when I see you, my favorite journal.

love, pute.e