p.s. Az-Zahra

aku buang gelang maniknya

aku buang gelang maniknya.

aku ingat bahwa waktu itu aku main sama dia, dia pakaikan gelang manik itu dan rasanya pas banget, ngga kesempitan, ngga kelonggaran dipergelangan tanganku, makanya aku pakai untuk waktu yang lama, makanya aku ngga pernah lepas seperti aksesoris lain yang menempel di badanku sebelum tidur atau sebelum membasuh tubuh.

rasanya nyaman saja untuk kubawa kemana-mana.

tapi kupikir akhirnya sudah tiba, aku harus melepasnya, bersama kamu dan dia yang menyatu kembali, aku lepas, putuskan dan buang gelangnya, maniknya berhampuran sebagian, ada yang jatuh ke tanah, sisanya aku genggam dan lempar ke sungai depan rumah. biar mengalir ke tempat yang tidak akan pernah kutemukan, biar berakhir segala pertemuan dan perasaan. biar sudah dan punah, kamu nya, dia nya, aku nya. biar aku tidak pernah kembali patah.

terimakasih untuk rasa senang yang secara tidak sadar kamu beri padaku, memori ini mungkin akan terus terpatri dalam benak, namun akan aku terima dan sudahi saja karena rasanya juga sudah tidak nyata, kisah ini hanya indah di aku saja.

kepada diriku sendiri, terimakasih untuk tetap berdiri dan mau mengasihi lagi, di dunia ini meskipun terseok dan sering disalahpahami, aku beruntung kamu tetap berpihak padaku, aku beruntung tetap berpihak pada diri sendiri.

dan aku jelas tahu bahwa setelah kepahitan ini, akan ada sesuatu yang sangat indah menanti di depan, yang akan disyukuri sepenuhnya, hingga lupa pernah menangis untuk siapa, kita berhak bahagia dan kita akan.

aku percaya padamu selalu, diriku. dan soal orang lain yang mematahkan kepercayaanmu, itu bukan salahmu, itu pilihan mereka dan kamu juga bisa memilih untuk menerima diri, kita yang selalu jujur dan percaya pada diri sendiri.

jika suatu saat nanti ada yang menepi dan menetap, kamu pantas, kamu lebih dari pantas dan kamu siap. we got your back, putria az-zahra.

god, body, mind, everything in me, we got your back.

jadi teruslah jalan.